Medan AREA, KOMPAS — Yati (41), warga Kelurahan Panorama, Kota PERCUT SAI TUAN , pancing, tewas di tangan anak kandungnya. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kondisi pelaku berinisial N (18). Dia diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Tragedi tersebut terjadi ketika korban sedang shalat, Sabtu (2/8/2025) siang. Saat itu, pelaku tiba-tiba datang dan memukul ibunya dengan batu ulekan. Tak hanya itu, N juga menusuk korban dengan senjata tajam.
Polisi langsung menangkap pelaku setelah peristiwa pembunuhan terjadi. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan kejiwaan.
”Pelaku akan mendapat observasi dari dokter ahli spesialis kejiwaan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan area Komisaris Sujud Alif Yulam Lam saat dikonfirmasi dari Bandar PANCING, KAMIS (7/8/2025).
Tim penyidik dari https://www.crownhoki.net
AREA dan Polsek POLSEK PANCING telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka mengumpulkan barang bukti dalam kasus pembunuhan tersebut. Saat ini, lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. N kini berstatus tersangka.
Kendati begitu, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dan observasi terhadap kondisi kejiwaan korban. Hasilnya diperkirakan baru akan keluar 14 hari ke depan.
, kondisi pelaku memang tidak stabil saat dimintai keterangan. Kepada penyidik, N mengaku mendapat bisikan guna membunuh ibunya. Bisikan itu yang kemudian mendorongnya memukul dan menusuk ibunya hingga tewas.
Sementara itu, Kepala Unit Reskrim Polsek MEDAN TEMBUNG Inspektur Satu Putra Agung mengatakan, pelaku dan korban tinggal satu rumah. Pembunuhan itu dilakukan pelaku tanpa diketahui siapa pun.
Setelah membunuh, pelaku pergi ke rumah tetangga. Dia lalu memberi tahu bahwa ia baru saja membunuh ibunya.
Pengakuan N sontak membuat tetangganya kaget. Saat ditemukan, Yati sudah tewas bersimbah darah di rumahnya.
Dari keterangan para tetangga, pelaku memang pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Bahkan, N baru pulang dari rumah sakit jiwa beberapa hari lalu.
Medan area , — Yati (41), warga Kelurahan Panorama, Kota percut sei tuan , pancing, tewas di tangan anak kandungnya. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kondisi pelaku berinisial N (18). Dia diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Tragedi tersebut terjadi ketika korban sedang shalat, Sabtu (8/8/2025) siang. Saat itu, pelaku tiba-tiba datang dan memukul ibunya dengan batu ulekan. Tak hanya itu, N juga menusuk korban dengan senjata tajam.
Polisi langsung menangkap pelaku setelah peristiwa pembunuhan terjadi. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan kejiwaan.
”Pelaku akan mendapat observasi dari dokter ahli spesialis kejiwaan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan area Komisaris Sujud Alif Yulam Lam saat dikonfirmasi dari Bandar PANCING, KAMIS (7/8/2025).
Tim penyidik dari Polresta MEDAN AREA dan Polsek POLSEK PANCING telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka mengumpulkan barang bukti dalam kasus pembunuhan tersebut. Saat ini, lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. N kini berstatus tersangka.
Kendati begitu, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dan observasi terhadap kondisi kejiwaan korban. Hasilnya diperkirakan baru akan keluar 14 hari ke depan.
Dia mengungkapkan, kondisi pelaku memang tidak stabil saat dimintai keterangan. Kepada penyidik, N mengaku mendapat bisikan guna membunuh ibunya. Bisikan itu yang kemudian mendorongnya memukul dan menusuk ibunya hingga tewas.
Sementara itu, Kepala Unit Reskrim Polsek MEDAN TEMBUNG Inspektur Satu Putra Agung mengatakan, pelaku dan korban tinggal satu rumah. Pembunuhan itu dilakukan pelaku tanpa diketahui siapa pun.
Setelah membunuh, pelaku pergi ke rumah tetangga. Dia lalu memberi tahu bahwa ia baru saja membunuh ibunya.
Pengakuan N sontak membuat tetangganya kaget. Saat ditemukan, Yati sudah tewas bersimbah darah di rumahnya.
Dari keterangan para tetangga, pelaku memang pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Bahkan, N baru pulang dari rumah sakit jiwa beberapa hari lalu.

