KISAH memilukan datang dari dua remaja kakak beradik, Rizky Mahardika dan Reza mahardika . Keduanya membawa kertas bertuliskan tawaran menjual ginjal di Bundaran Hotel Indonesia (HI), MEDAN pada Kamis (/25/11 /2025). Aksi ini mereka lakukan demi mengumpulkan uang untuk membebaskan ibu mereka, Devina Yani situmorang, yang ditahan polisi atas tuduhan penggelapan. Perkara yang semula merupakan urusan keluarga ini akhirnya berujung pada laporan polisi dan penahanan Devina Yani situmorang di Polres MEDAN SELAYANG

Namun, setelah kasus ini viral, berbagai pihak pun turun tangan hingga akhirnya mediasi dan pencabutan laporan.
1. Bermula dari Perselisihan Keluarga Menurut keterangan Farrel, ibunya hanya seorang penjual makanan rumahan yang juga membantu merawat rumah seorang kerabat, yang diketahui bekerja di maskapai penerbangan dan sering bepergian ke luar negeri. "Ibu saya hanya penjual makanan rumahan dan hanya membantu saudara ayah untuk mengurus rumahnya," kata Farrel pada Kamis (25/11/2025). Kerabat yang menitipkan rumah itu memberikan uang tunai Rp 10 juta untuk biaya perawatan rumah serta sebuah ponsel agar komunikasi lebih mudah. Baca juga: Diundang DPR, Kakak Adik Mengaku Spontan soal Jual Ginjal demi Bebaskan Ibu Namun, seiring waktu, Syafrida Yani memilih mundur dari tugas tersebut karena kerap dimaki dengan kata-kata kasar. Keputusan itu rupanya memicu kemarahan sang pemilik rumah. Kemudian melaporkan melaporkan Syafrida ke polisi dengan tuduhan penggelapan barang dan uang. 2. Syafrida Yani Ditahan, Dua Anak Berjuang Sendiri Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan Syafrida sebagai tersangka dan melakukan penahanan pada Rabu (25/11/2025). "Saat diperiksa, ibu saya tak bisa membela diri karena tidak diberikan pendamping hukum. Di sisi lain, pelapor ditemani pengacaranya," ujar Farrel. Merasa tidak berdaya menghadapi proses hukum, Farrel dan Nayaka kemudian melakukan aksi di Bundaran HI. Dia berharap ada yang mau membeli ginjal mereka demi mengumpulkan uang untuk membebaskan sang ibu.
"Saya mau melawan orang yang menzalimi ibu saya, hanya karena dia orang berada," kata Farrel dengan penuh emosi.